Tumpah Biar Tak Terulang

Aku sejenis data usang. Inginku otakku memiliki prosesor intel atom lah minimal. Tapi kekuatanku masih Pentium dua. Katanya aku masih kekanak-kanakan. Aku terkadang juga cengeng. Saat keinginanku tidak dituruti dengan benar aku akan marah dan tidak akan peduli dengan sekitarku. Aku masih suka loading lama saat mengerjakan data. Aku sebel. Dunia di sekitarku tidak menghargai dan menghormati kesukaan dan hobiku. Bagi mereka apa yang aku lakukan sia-sia dan tak berguna. terkadang Aku memang sangat berlebihan saat menyukai sesuatu. Bahkan aku menjadi seorang pecandu dunia sosial.

Mungkin teman-teman yang lain tidak akan merasa seperti yang aku rasakan. Aku ingin menyerah. Aku tidak tahu harus mengusahakan dari mana lagi hobi dan kebiasaanku itu. Keterbatasanku dalam akses internet menyebabkan aku marah. Aku benci dianggap sampah dan tak berguna seperti ini. dasar kamu maunya menang sendiri. aku mengumpat adikku sendiri dalam hati. Lalu apakah aku akan masuk surga jika masih memendam umpatan dalam hati. Aku benci. Dia mengekangku. Aku tak tahu harus bagaimana memenuhi janjiku pada temanku. Kata ibukku aku lebih suka memutus silaturahmi ke saudara. Aku lebih mementingkan teman. apa????????????????

Aku marah. Aku egois. Aku sebal. Aku ingin menyampaikan sumpah serapah. Biarkan saja airmataku menetes. Aku tak mau dianggap sampah. Dan tumpahlah semua airmata itu kini.

15 Maret 2015

Advertisements