Ketulusan Perlambang Cinta

sumber google
sumber google

Dua tangkai bunga ini saling melekat, bagai dua orang sahabat yang sedang berbisik. Mereka bercengkrama untuk tunjukkan pada dunia. Bahwa mereka berdua adalah sepasang cinta untuk meraih ridlo-Nya.

“Kami perlambang ketulusan, tak ingin kami bertengkar untuk menunjukkan siapa yang tercantik. Karena kami dicipta untuk menjadi penyejuk mata.

Kala kamu gundah,
kala kamu kecewa,
kala pikiranmu tak menentu,
tataplah aku dengan seksama.

Semoga hatimu bisa lebih sejuk dan tenang dalam kedamaian.”


Aku terharu membayangkan mereka berdua saling berpelukan untuk menguatkan.


Ifa Masluhah
Jepara 16-10-2015

Advertisements

Kepak Sayap

Langkah Seringan Kepak Sayap

Cicit burung terdengar merdu
Menemani pagi yang kelabu
Apakah kelabu itu tabu
Menyisakan duka terdahulu

Sebaris penantian menjerang luka-luka
Padahal senyum ini tetap riang
Tak berbias lara
Malah sedari malam mengigau senang

Kepak sayap melibas pagi
Burung bersiap hendak pergi
Mengejar rizki sepenuh hati
Tentunya dengan hati-hati

Maka langkah ikut ringan
Terbang angan menatap awan
Janji hujan, berkah berkekal
burung; bertawakkal

Ifa Masluhah
Malang, 23 Juli 2015
……. #RB

MASIH LALAI

Tetes embun luruh. Antarku pada gigil sepi. Mengutus jejak-jejak mimpi menjelang pagi. Kemudian aroma sekitar menguar wangi.

Berkawan riang saling bersenda gurau. Mencoba membunuh gundah. Terlupa. Sepertiga malam, Sang Kekasih impian waktunya datang. Duh, raga malah bersiap mendengkur sambil telentang.

Pintu terketuk sekali dua kali namun lelap mata terjaga. Hanya jelaga hitam menemani kelam. Menarik selimut semakin dalam. Oh, diri makin saja lalai.

Enyahkan lamun enyahkan hayal, hidup dengan berfikir. Menata laku menikmati malam sepenuh dzikir. Harusnya. Tapi lagi-lagi lalai.

Lalu kapan menurut nasihat guru. Hidupkan malam-malammu wahai pencari ilmu. Nah aku?
Masih saja lalai.

Kenapa tak mengingat, hidup di dunia hanya sekejap. Akhiratlah tujuan menetap. Maka gantungkan segala pinta pada satu-satunya tempat berharap.

Ifa Masluhah
Malang, 20 Juli 2015
……. @RUAS

Mengincipi Lebaran

Beli baju hari raya
Kupu biru hias rupa
Anak jadi suka cita
Lari sini lari sana

Tawa dari jiwa raga
Puan tuan bisa sapa
Ucap maaf hati rela
Atma lega puas dada

Cela usir agar suci
Diri biar rapi jali
Baik laku jaga hati
Lalu siap tuju mati

Buah apel enak rasa
Kamu saji atas meja
Aduk asam gula jawa
Mari diam sama saya

Ifa Masluhah
Malang, 23 Juli 2015
#padma

SANTUN SAPA
: Mak Endytha

bersama diwangkara pagi
kusaji secangkir senyum hangat.

*IM* 23 Juli 2015
#dukotu

YANG TERLUPAKAN

kenangan terbang bersama gundah gulana.
resah gelisah benci pedih.
tetes tangis merana.
ketika kasih.
pergi.

Ifa Masluhah
Malang, 23 Juli 2015
#lipatdus @kelakar

PERASAANKU PADAMU
: bebas

Akhirnya memilih jalani hidup masing-masing sebagai pribadi. Setelah sekian waktu kita rangkaki hari-hari berdua. Moga teraih cinta Ilahi seperti doa-doa selama ini.

Kosong tapi Berisi
Bukan lagi hampa

Buat kamu yang pernah kukagumi. Selamat menjalani hidup dengan lebih baik. Selalu kudoakan kebaikan, kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan ‘tukmu Dik. Diri telah mengembalikanmu lagi pada Sang Pemilik Segalanya.

Ifa Masluhah
Malang, 13 Juli 2015
#ketikakaukurindu

BERSERAH

Kala sunyi mendera
Menutup semua lubang suara
Bulir-bulir suci padamkan bara
Teringat harap menggebu berbuah lara

Sengatan rindu menyisa luka
Menjerit batin meng-ingin
Namun tak ada lagi kuasa
Telinga pun tuli seketika

Pintu takdir menguak kisah
Tersembunyi di labirin gelisah
kenangan lampau menyembul terpisah
Tak hendak kukorek pun kuhakimi, sungguh!

Tuhan Maha Pengasih, kamu-aku berserah pasrah

Singosari, 28 Juni 2015
#RB
.
.