Mencuri Ide

Aku memulai kalimat ini, bukan bermaksud mencuri ide dalam arti sesungguhnya. Namun aku tengah terbakar ingin menulis sesuatu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tetap diam. Mungkin tulisan ini tidak aka nada. Aku mulai menyemangati diri, aku harus menulis lagi. Kenapa sampai muncul tulisan mencuri ide, aku merasa hidupku sama Allah diarahkan untuk menulis. aku merasa gundah gulana karena pada hari Minggu tidak menulis apapun. Seharian aku lebih banyak menonton televisi, kemudian cuma beraktivitas biasa-biasa saja. aku menuruti nafsuku yang tidak mau menulis. tapi apa yang kurasakan adalah kegelisahan.

Menulis apapun yang ada di kepala seperti proyek iseng dua puluh halaman spasi satu. tapi aku tidak tahu rasanya latihan itu membuatku ketagihan untuk menulis apapun yang terlintas di kepala. Jujur saja ternyata hasil tulisannnya masih sangat sedikit, jadi perlu banyak tambahan dalam penulisan selanjutnya. Oh ya, aku jadi tidak membuat cerpen atau puisi. Kalau puisi lipatdus sudah, meski belum terposting di grup kelakar. Tapi untuk jenis karya lain misalnya novel atau cerpen malah tidak bikin.

Aku menulis bebas seperti ini apakah serupa essai, tulisan ini makin tak terbendung manakala aku membaca karya mas atau pak M. Arief Budiman. Di sampul bukunya yang berjudul Tuhan Sang Penggoda, ada kutipan kata-kata:

“Anda yang masih bimbang menentukan tujuan hidup, Anda yang sudah punya tujuan hidup tapi belum berhasil, Anda yang merasa sudah melakukan apapun untuk sukses tapi tetap belum beranjak ke mana-mana … Buku ini ditakdirkan untuk Anda”

Wah, aku benar-benar tergoda bisa menjadi penulis buku best seller, apalagi sudah membaca sedikit karya M. Arief Budiman. Isi buku itu berupa catatan harian seorang pemikir di blog dan catatan offline-nya. Jujur hari ini aku seperti dibimbing lagi oleh Tuhan untuk tidak menyerah pada takdirku. Aku yang biasa-biasa saja tanpa prestasi jabatan kerja di sebuah perusahaan atau mendirikan sebuah perusahaan. Hehehe.

Jadi aku mau mencuri ide-ide Pak Arief, mudah-mudahan saja ke depannya aku bisa sukses seperti beliau. Bahkan Mas Arief yang sudah cumloude dari desain grafis ISI, Institute Seni Indonesia Jogjakarta tidak pernah menggunakan ijazahnya untuk melamar kerja. Hebat bukan! Khususnya buatku sih, dia juga dianugerahi banyak keinginan sehingga sempat juga kebingungan ingin menjadi apa.

Kutipannya tentang penulis-penulis hebat dunia, yang sayangnya kenapa aku masih terlupa siapa saja nama besar yang sudah ditulis beliau. Memperjuangkan dirinya hingga berdarah-darah saat menulis, tidak lelah meski setiap hari harus gagal dan di tolak media. Lalu aku ini siapa? Pemula yang sok-sokan menulis, bahkan menulis tentang hal-hal yang tanpa rencana pasti.

Mencuri ide orang-orang hebat dan menduplikasikannya kepada diri kita sehingga kita bisa setara dengan mereka. Bisakah? Aku mencuri atau mencari ide yah sebenarnya? Aku membaca beberapa karya selama seharian berada di perpus sejak dzuhur hingga ashar.buku penggalan kisah muallaf, sebuah novel tebal, juga beberapa buah komik. Namun yang menarik untuk kutulis di catatan ini adalah sebuah novel tebal karya penulis Indonesia. Aku tertari dengan ketebalan bukunya, sayang isinya kurang bagus terlalu banyak dialog dan tokoh di dalamnya. Aku bahkan lupa judulnya apa. Ada kata Jakarta begitulah, dengan tokoh utama bernama Sandra.

Buku yang kulupa judulnya itu, menceritakan kisah kehidupan Sandra yang harus berubah haluan karena kakaknya, Diana meninggal dunia. Kematian Diana yang merupakan anak kesayangan ayah dan ibunya membuat duka yang mendalam sehingga orang tuanya pun menyusulnya ke alam baka. Jadilah Sandra sebatang kara. Tak kerasan ikut bibinya serta perlakuan paman yang buruk menjadi alasan Sandra menjual warisan orang tuanya. Kemudian ia merantau ke Jakarta. Sandra tak hanya ingin menghibur diri, ia pun ingin mencari penyebab kematian kakaknya. Perjalanan hidupnya dan perkenalannya dengan seorang gadis Kalimantan mengantarnya terjun ke dunia modeling dan sinetron seperti kakaknya. Malangnya ia harus mencintai adik mantar pacar yang mengahamili kakaknya sehingga konflik batin mewarnai kisah dalam novel ini.

Buku yang secara kualitas kurang menarik namun lumaya menghibur otakku sedang sedikit blank. Dari membaca karya yang kurang menarik itu aku dapat pelajaran. Jangan terlalu tebal membuat sebuah buku, bisa jadi pembaca bosan dan memilih meloncat-loncati bagian yang ada. Mereka yang mudah bosan akan segera mengambil kesimpulan apa yang ada di dalam buku. Segera mencari benang merah dan kesimpulan. Namun aku bersyukur dari kekurangan novel itu aku dapat ide untuk menulis di catatan sederhana ini.

Membandingkan buku itu, dengan buku yang ditulis Yukiko EZZAKI berjudul Ashita Wa (terjemah: Hari Esok Pasti Akan Tiba). Sangat jauh berbeda, meski buku biografi itu tipis, namun pemilihan kata, konflik yang dihadirkan membuatnya menjadi karya yang bergizi dan layak direkomendasikan untuk dibaca siapapun. Aku tidak bisa membiarkan satu pun kata terlepas dari mataku. Aku mendapat pelajaran berharga tidak hanya semangat menulis tapi juga cara pandang yang positif dalam menjalani hidup.

Sungguh jangan sia-siakan ide dan amanat dalam tulisan. Sebenarnya bisa jadi buku itu bagus, hanya saja aku yang sedang bosan, ingin segera menghabiskan bacaan itu agar bisa berganti topik. Yang jelas ide orang lain bisa dengan mudah kita curi, karena kita belum sempat meminta izin darinya, hihihihi.

MNS- MaNuSia-MiNuS

sekelumit kata kau sampaikan padaku. maka aku membiarkannya menjadi bagian dari campur-aduknya hidup. bukankah cinta derita bercampur tawa dan airmata. ketika kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti, apakah akan engkau rasakan kebahagiaan hakiki. kehidupan sudah mengantarku pada titik kurva terendah saat ini. bukankah minus adalah sebuah kata kata yang menyusun huruf mati dari kata “manusia” -MNS-

akhirnya aku menyadari hidup ini tak selamanya indah. tidak selamanya kebagagiaan yang mengitari sekitar kita. aku mau semuanya berjalan dengan seimbang. kau memiliki apa yang kau mau dan aku memiliki apa yang aku mau. kita berdiri dengan kaki kita sendiri. tubuh dan organ kita menjadi satu kesatuan yang berbeda. masing-masing. tidak boleh lagi ada intimidasi.

kembali saja menyadari bahwa manusia -MNS- tersusun dari huruf konsonan yang berarti kurang. selalu merasa kurang ketika sudah mendapat yang lebih. wah hati-hati kita menjadi tamak.

 

im, 18 Desember 2015

 

 

Mengenal Metode Menulis Fiksi SnowFlake

10 langkah metode Snowflake, langkah untuk menjadi penulis novel..
menjelang 2016 tetap semangat!

Octa Cinta Buku

butiran salju butiran salju, snowflake

Catatan Penulis:
Tulisan ini saya terjemahkan dan diadaptasi secara bebas dari artikel di situs milik Randy Ingermason. Beberapa bagian saya ubah tanpa mempengaruhi arti agar dapat dibaca secara enak oleh orang Indonesia. Misal, contoh novel milik dia saya ganti dengan novel Indonesia: Perhaps You, karangan Stephanie Zen.

Sebelum menulis, anda harus membiasakan diri untuk merencanakan apa yang anda tulis. Anda harus menempatkan semua ide-ide terbaik anda di atas kertas. Kenapa? Karena manusia sering lupa dan kreativitas tidak selalu hadir dalam bentuk utuh, sering mereka muncul di bagian awal, tengah dan akhir. Dengan demikian sisa cerita sisanya harus anda pikirkan. Anda membutuhkan perencanaan cerita. Berikut adalah sepuluh langkah proses menulis yang dijalani oleh penulis novel, Randy Ingermanson. Phd. Dia menggunakan proses ini untuk menulis semua novelnya.

Langkah 1
Ambilah waktu sejam untuk membuat ringkasan cerita novel anda dalam satu kalimat. Sebagai contoh, untuk novel Perhaps You…

View original post 1,296 more words