Tak Perlu Gentar Menghadapi MEA

MEA adalah baian dari memperkuat silaturahmi, penguatan jSDM indonesia agar bisa lebih berakhlak dan mau bertindak dengan lebih baik, lebih kreatif sangat diperlukan.

faisal basri

Pada abad kedua masehi, serombongan warga Nusantara dengan kapal dan sistem navigasi yang didisain sendiri telah menjelajah hingga ke Afrika, menjual hasil bumi Nusantara dan membeli produksi lokal di sana untuk dibawa pulang. Setengah abad kemudian, kerajaan Sriwijaya menguasai perairan Nusantara dan sangat disegani di Selat Malaka dan Samudera Hindia. Tidak sebatas melakukan perdagangan lintas samudera, kerajaan Sriwijaya juga melakukan perjanjian bilateral dengan kerajaan di Tiongkok untuk memajukan perdagangan dan bekerja sama menumpas kawanan perompak di sepanjang jalur perdagangan. Kejayaan Majapahit pada abad XII juga tidak terlepas dari ketangguhan armada laut dan dagangnya sehingga mampu berkiprah dalam perdagangan luar negeri.

Kodrat negara kepulauan sejatinya memang terbuka. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia—dengan hamparan pulau-pulau yang dipertautkan oleh lautan membentuk zamrud khatulistiwa—perdaganganlah yang menjadi motor penggerak kemakmuran. Tanpa perdagangan, sebagian besar hasil bumi bakal teronggok membusuk dan berbagai kebutuhan yang belum mampu dihasilkan sendiri bisa didatangkan dari luar negeri.

Sebagian besar…

View original post 1,165 more words

Advertisements

Tak Gendong Ke Mana-Mana

Tak Gendong Ke Mana-Mana

 

Alhamdulillah, begitu luar biasa nikmat yang Allah Swt. berikan padaku. Jam 12 malam aku dibangunkan oleh kekuatan ajaib untuk mengerjakan sebuah misi. Beban hidup yang sudah menghimpit berbulan-bulan ini, akhirnya kujamah. Awalnya rada ngeri gimana gitu … soalnya aku mimpi anaknya Mbah Surip. Ceritanya dia sedang mendapat nominasi di suatu acara televisi. Tak lupa ia menyanyikan lagu kebesaran Mbah Surip. Ingatkan lagu ini, sambil aku ikut nyanyiin lirik di bawah ini, (pembaca boleh nyanyi juga loh, hahaha. #peace)

“Tak gendong ke mana-mana. Tak gendong ke mana-mana. Enak toh, mantep toh? …. ”

Aku kaget mendengar lagu itu, sekaligus takut, karena Mbah Surip kan sudah meninggal dunia. Lah kog bisa-bisanya aku mimpi anaknya beliau. (Memangnya Mbah Surip punya anak? Hahaha, dasar mimpi ada-ada saja. Hahaha.)

Tanggal 25 Juni 2012 setelah terbangun, kutanggalkan kekagetan dan segera berwudlu. Kupahami mimpi ini sebagai dukungan alam, agar tugas akhir kuliah segera kubereskan. Aku langsung bersemangat mengerjakan skripsi. Tinggal mengerjakan revisi seluruh bab setelah sidang kompre. Iya, dari bab satu sampai bab lima semuanya harus dibenahi akibat keteledoran sendiri. Nggak boleh kalah sama Mbah Surip, Hehe. Tengah malam itu, pelan dan pasti aku membenarkan EYD, isi dan lain-lain. Lah skripsi yang sudah “Tak gendong kemana-mana, tak edit berhari-hari, tak baca berulang-ulang,” belum juga kelar. Hehehe, hiks-hiks. (ekspresi tertawa sambil nangis.)

Syukurlah, setelah dapat semangat dari lagu “Tak Gendong Ke Mana-mana” aku dapat menyelesaikan skripsiku. Perjuangan editing berakhir jam 11 siang. Yes … yes … yes … Hore! Hahaha aku tertawa sambil beneran gendong note book berisi skirpsi di dalam tas punggungku, dan konsultasi dengan ibu penguji skripsi jam tiga sore. Hari melelahkan namun bersejarah.

Yeei! Aku berhasil-berhasil. J

 

Singosari, September 2015

Disunting dari catatan harian Ifa Masluhah

 

Biodata:

Aku lahir 25 tahun yang lalu di Kota Bunga Malang, 2012 aku lulus dari kampus tercinta Universitas Brawijaya. Hobiku berkutat dengan tulisan baik membaca buku atau membaca monitor elektronik, dan setahun ini mulai aktif menuliskan karya di Facebook walaupun ada pula yang terkirim di blog pribadi. Penulis bisa di hubungi di fb: Ifa Masluhah, atau masluhah@gmail.com

Sedang mencari pekerjaan yang sesuai harapan. #Andai bisa jadi editor atau penulis (YA Allah lapangkan rejeki kami untuk bekal berinbadah__ curhat.com)

Karya ini pernah diikutkan eveent komedi penerbit rosebook, tapi sepertinya komedinya masih dalam bentuk pemaksaan.
Masih belajar… 🙂 Semangat.