menjauh dari panggilan cinta

Aku akan menjauh dari panggilan cinta

Karena aku yakin, hati-hati adalah sifat yang bijak

Menurutku cinta awalnya penglihatan mata

pada bunga-bunga di wajah seorang wanita

Jika kamu terlalu bernafsu memetik bunga-bunga itu

Maka kamu akan masuk dalam perangkap

Seperti orang yang tergelincir dan jatuh dalam cemoohan

Ibnu Hazm.

Image

dalam “Sabda Cinta dari Andalusia”

Beastudi Etos dari Bangsa Untuk Bangsa

Beastudi Etos dari Bangsa Untuk Bangsa

Kondisi masyarakat selalu berkembang, dan tumbuh bersama kemajuan bangsa. kemajuan ini didapatkan dari proses transfer budaya yang ada di masyarakat, serta hasil inovasi dan kreatifitas yang selalu dipupuk dan ditumbuhkan. Proses ini membutuhkan media yang dimaknai dengan pendidikan. Pendidikan yang berkembang di masyarakat terbagi dalam pendidikan hard skill dan soft skill, keduanya membutuhkan sarana pembelajaran dengan dukungan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu perhatian masyarakat dan negara dalam membangun sarana pendidikan generasi mudanya adalah sangat diperlukan.

Di Indonesia, kita dapat melihat amat banyak anak-anak yang tidak dapat meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan terkadang masih kita jumpai anak yang tidak bersekolah. Mereka menjadi korban ketidakpedulian orang tua dan masyarakat disekitarnya yang mungkin miskin, marginal dan atau mungkin apatis terhadap masa depan bangsa ini. Namun juga tidak dapat dipungkiri karena mahalnya biaya pendidikan akibat kekayaan negeri Indonesia tercinta banyak dikorupsi oleh tangan-tangan kotor, sehingga dana pendidikan kita sedikit dan tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan belajar rakyatnya. Adalah sebuah ketidak laziman menahun yang dilakukan oleh sebuah negara yang menganggap dirinya adalah bangsa yang besar. hal ini mendorong munculnya lembaga-lembaga beasiswa yang berusaha untuk memberi bantuan biaya pendidikan kepada siswa yang tidak mampu atau yang memiliki prestasi yang bagus untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Lembaga-lembaga penyandang dana ini berasal dari lembaga negara ataupun swasta. Salah satu lembaga pemberi dana ini adalah beastudi Etos.

Beastudi Etos adalah salah satu lembaga pemberi beasiswa yang fokus kepada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi tertentu sejak tahun 2003. Perguruan tinggi yang mula-mula dipilih untuk menyelenggarakan program ada di perguruan tinggi berikut yaitu: Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Hasanudin. Dalam perkembangannya, saat ini Beastudi Etos pun telah menambah jaringan beasiswa ke wilayah lain, dan yang sudah terlaksana adalah beasiswa di pulau Kalimantan yang memiliki format sedikit berbeda dengan Beastudi Etos.

Mahasiswa yang diterima di lembaga Beastudi Etos ini merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang, sejak etoser masih menjadi siswa SMA hingga detik-detik pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kuota yang disediakan oleh Beasistudi Etos hanya sebesar 135 orang per angkatan untuk seluruh Indonesia yang tersebar di perguruan tinggi yang sudah direkomendasikan diatas. sebuah persaingan yang ketat untuk dapat diterima di beasiswa ini karena selain tidak mampu (dhu’afa), ia juga harus memiliki kemampuan intelektual, yang dibuktikan dengan nilai rapot, prestasi akademis dan non akademis, masuk perguruan tinggi melalui SNMPTN dan masuk peringkat 135 besar secara nasional dalam seleksi Etos.

Ada hal yang sangat istimewa dalam beasiswa ini selain membantu mahasiswa yang kurang mampu dengan pendampingan dan pembayaran biaya kuliah tahun pertama, pemberian uang saku selama tiga tahun dengan nominal Rp. 400.000,- per bulan dan akomodasi asrama, Beastudi Etos juga memberikan pembinaan-pembinaan yang berguna untuk meningkatkan Soft skill etoser. Dalam beasiswa ini, kami para etoser mendapat pendampingan dan pengontrolan secara intensif sejak awal hingga kami menjadi alumni beastudi etos. karena materi yang diberikan dalam pembinaan tidak hanya untuk membangun pengetahuan yang sifatnya hardskill (baca: pengetahuan fisik), namun juga soft skill (baca: kecakapan hidup).

Beastudi Etos : Keluarga Baru
Menjadi Bagian keluarga Etoser Indonesia adalah suatu kebanggaan yang amat besar. Banyak hal yang akan didapatkan berupa pengalaman hidup yang akan membantu eoser memahami bagaimana hidup dan bersosialisasi dengan banyak orang di lingkungan yang sepenuhnya baru. selama 3 tahun berjalan ini ada perjuangan dan semangat yang terus bertumbuh untuk menjadikan diri semakin lebih baik.

Di asrama, etoser mendapat banyak pendidikan dan pelajaran yang berharga, bisa mengenal banyak teman dengan beragam karakter namun memiliki semangat untuk menjadi yang terbaik adalah sesuatu yang begitu istimewa. Adakalanya terjadi cekcok saat timbul perbedaan diantara para etoser karena memiliki pandangan dan pendapat yang kontras. Dari perbedaan pemikiran-pemikiran itu dapat menjadikan etoser untukbelajar menanggapi dengan bijak untuk mencari jawaban terbaik atas permasalahan yang ia hadapi. sebagai acuan untuk saling bertukar pendapat namun semangat kebersamaan, persaudaraan dan saling tolong menolong diharapkan terus muncul dan tumbuh dalam kebersamaan di asrama Beastudi Etos.

Beastudi Etos memberikanku keluarga baru, sejak menjadi mahasiswa baru, saya telah memiliki kakak-kakak yang bisa menjadi pengganti keluarga dirumah. Memiliki teman-teman baru sebagai tempat bermanja-manja dengan mereka, ketika proses adaptasi dari jenjang SMA ke perguruan tinggi adalah masa-masa yang sulit bagiku. Kemudian bersama teman-teman satu angkatan aku merasakan bahwa kami adalah bagian dari sahabat-sahabat yang akan senantiasa bersama, berinteraksi dan semoga selalu saling mencintai dan menyayangi. Tahun berganti dan aku pun memiliki adik-adik etoser, kalian adalah jiwa-jiwa baru yang akan mengharumkan nama baik bangsa. Semoga diantara kita bisa terus saling membantu, menolong dan melindungi dalam jalan yang diridhoi Allah SWT.